Review Buku "Jangan Jadi Muslimah Nyebelin: Salon Kepribadian"
Jangan Jadi Muslimah Nyebelin: Salon Kepribadian
Karya: Asma Nadia
Penerbit: Republika
Cetakan 1, November 2021
Tebal: 348 halaman
ISBN: 978-623-279-125-1
Mendengar kata 'Muslimah Nyebelin', kira-kira apasih yang ada di benak kalian? Bukankah seharusnya seorang muslimah itu membawa kedamaian bukan malah sebaliknya kan? Yaps, tentu saja. Pada buku ini memberitahukan bahwa seperti apasih muslimah yang menyebalkan itu? Dijelaskan bahwa kenyataannya, ada saja muslimah yang dianggap nyebelin. Jika kita melihat disekeliling kita atau bahkan ketika kita bercermin, muslimah nyebelin itu ya mungkin diri kita sendiri. Ada beberapa hal remeh yang mungkin secara tidak sadar bahwa kita sebenarnya seorang muslimah nyebelin dan menjadi hal yang menganggu bagi orang lain, kalau kita tidak segera sadar malah membuat mereka tidak nyaman dengan kita. Hal-hal yang sebenarnya remeh itu seperti detail kebersihan badan, penampilan dan kerapian, lisan, sikap dan tingkah laku serta momen ibadah yang meresahkan.
Berbicara tentang kebersihan badan adalah salah satu hal yang penting dan harus diperhatikan. Pernah ngga sih, kalian melihat orang yang berpakaian rapi dan kelihatannya bersih, tetapi saat dekat dengan orang tersebut kalian menyadari sesuatu yang membuat kalian sendiri tidak nyaman dekat dengannya? Seperti kalian menyadari bau badan yang menyengat dari orang tersebut, tetapi kalian tidak berani untuk memberitahunya, akhirnya kalian tetap berinteraksi dengan berjaga jarak. Penyebab bau badan ini bisa disebabkan oleh faktor eksternal atau internal. Bau memang tidak terlihat, tetapi keberadaannya bisa menganggu orang lain yang berinteraksi dengan kita. Maka dari itu, penting bagi seorang muslimah untuk mengenali sumber-sumber yang berpotensi menimbulkan bau badan, seperti keringat, rambut, bau mulut, tangan dan bau-bau lainnya. Untuk mengurangi hal tersebut kalian bisa membersihkan badan, mengganti jilbab atau baju, membersihkan gigi, berkeramas, mencuci tangan, serta mengganti kaus kaki.
Penampilan yang rapi dan bersih pasti indah dipandang mata. Jangan cuek dengan penampilan, kita sebagai seorang muslimah tetap menjaga penampilan dengan baik agar tidak dikecam jelek. Penampilan lebih dilihat bagaimana seseorang berbusana. Ada beberapa hal pada busana yang kalian pakai bisa merusak pemandangan seperti warna-warni busana yang tidak sesuai atau salah mix dan match, dan corak atau motif busana yang kurang cocok. Seorang muslimah memang tidak boleh mengenakan pakaian yang ketat atau membentuk lekuk badan, tetapi tidak pula mengenakan busana yang kebesaran. Penggunaan aksesoris bagi seorang muslimah diperbolehkan akan tetapi tidak berlebihan dan mencolok.
Seorang muslimah mencerminkan lisan yang baik dan terpuji. Tetapi, ada saja muslimah yang memiliki lisan yang kurang baik. Sebaiknya kita mengamati apa saja yang lahir dari lisan kita selama seharian. Apakah kamu selalu berpikir sebelum berbicara? Apakah kamu seorang muslimah yang nyebelin secara kata? Karena, kita tidak pernah tahu apa yang kita ucapkan bisa menyakiti hati orang lain dan kita bahkan tidak pernah tahu berapa banyak hati yang terluka akibat komentar kita asal muncul tanpa dipikirkan. Ada beberapa komen yang kerap lahir dari lisan kita, padahal sensitif bagi orang lain. Sebaiknya, jangan mengatakan hal itu, seperti bercanda pada kelemahan atau kekurangan orang lain, komen yang menuduh, dan membanding-bandingkan.
"Bertausiyah adalah ibadah. Secara khusus Allah mengabadikan perintah untuk saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran."
Ada juga seorang muslimah memang memiliki banyak alasan untuk gemas melihat hal-hal yang tidak benar disekitarnya, membuat ingin berkomentar dan meluruskan hal itu. Dalam berdakwah sebaiknya dilakukan dengan niat dan keikhlasan, serta memperhatikan karakter, menyampaikan dengan cara yang tepat dan diwaktu yang pas. Karena terkadang orang tidak senang ketika dinasihati, dan kita bisa dinilai sebagai orang yang sok. Menasihati dalam hal kebaikan itu bagus, karena seorang muslimah memiliki kewajiban untuk berdakwah meski satu ayat, tetapi lihat situasi dan kondisi bukan malah ikut campur urusan oranglain.
Selain penampilan yang manis, tutur bahasa yang baik dan halus, akhlak yang baik yang dimiliki oleh seorang muslimah yaitu seorang muslimah kecerdasan. Karena cantik saja tidak cukup. Meski berpenampilan sempurna tidak diiringi dengan kecerdasan malah memperburuk citra seseorang. Kecerdasan bisa dilakukan dengan cara mencicil pelajaran secara rutin, jangan menumpuk ketidakmengertian, belajar dan jangan malas berlatih, dan ikuti bimbingan belajar.
Kita sebagai seorang muslimah, jangan kurang pergaulan. Kurang pergaulan terjadi jika seorang muslimah sengaja menarik diri dari sosialisasi, teman-teman dan lingkungannya, dengan alasan-alasan pribadi. Seperti alasan agar tidak terpengaruh pergaulan yang buruk. Memang tujuannya baik, tetapi kita sebagai seorang muslimah harus pandai menyeleksi lingkungan yang baik menurut kita bukan meghindari sosialisasi sama sekali. Karena, pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan memerlukan bantuan oranglain.
Saat ketika ingin melakukan ibadah ada saja momen yang meresahkan. Berdasarkan penggambaran dari pengalaman beberapa curhatan penulis dalam buku ini banyak dari mereka merasa tidak nyaman ketika berada dalam situasi seperti dorong-mendorong atau selak-menyelak ketika ingin berwudhu, menghalagi orang lain berwudhu, berlama-lama wudhu, shaf yang berjarak ketika ingin salat berjama'ah, berdzikir, berdoa, dan mengaji dengan suara yang terlalu keras serta momen menyebalkan lainnya yang sangat relate dengan seorang muslimah. Untuk menghindari hal tersebut, kita sebaiknya toleran dan jangan egois.
"Memudahkan dalam urusan ibadah itu ibadah juga."
-Twitografi Asma Nadia.
Buku ini berisikan materi-materi yang tentunya berkaitan dengan kehidupan muslimah zaman sekarang. Bukan hanya wajah dan rambut yang perlu disalon, tetapi ada yang lebih penting untuk diperbaiki, yaitu kepribadian. Seorang muslimah harus memiliki kepribadian yang baik. Bagaimana kepribadian yang baik untuk dimiliki oleh seorang muslimah itu? Jawabannya bisa ditemukan ketika kalian membaca buku ini. Pada buku ini, kita bisa berkaca, dan memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Buku ini menyajikan penggambaran melalui cerita singkat, sebuah curhatan dari seorang penulis lain ataupun pengalaman pribadi penulis itu sendiri. Tentunya, cerita-cerita singkat itu dapat memberikan pemahaman lebih kepada pembaca mengenai materi yang dijelaskan dalam isi buku ini serta didukung dengan firman Allah dan Hadits.
Buku ini mungkin menjadi tamparan keras buat saya sebagai salah satu pembacanya. Saya merasa seperti disindir. Saya bisa merasakan emosi, ketika membaca buku ini. Karena saya memang menyadari betul bahwa saya terkadang menyebalkan bagi muslimah yang lain, dari penampilan saya secara tidak sadar bahwa itu tidak cocok dengan saya atau bahkan norak, lisan saya yang masih tidak terkontrol dalam berkomentar dan menyakiti hati orang lain, akhlak yang saya miliki memang masih perlu diperbaiki lagi. Buku ini, tidak hanya memberikan materi yang sesuai dengan keadaan muslimah sekarang, tetapi juga memberikan tips dan trik untuk mengatasi masalah tersebut serta penyelesaian masalahnya.
Manusia memang tidak ada yang sempurna pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Akan tetapi ketidaksempurnaan itu bisa dikurangi dengan cara memperbaiki diri. Mulailah memperhatikan kebersihan badan karena kebersihan merupakan sebagian dari iman. Hal-hal sepele seperti bau badan mungkin lebih diperhatikan lagi.
Berhati-hatilah dalam berucap. Seperti kata pepatah "mulut hari maumu". Jangan sampai ucapan yang kita lontarkan malah menjadi malapetaka bagi kita sendiri. Berucaplah dengan mengucapkan kata-kata yang baik dan berpikirlah sebelum berbicara. Selain kebersihan badan dan menjaga lisan yaitu sikap dan tingkah laku. Perbaiki perangai burukmu secara bertahap. Karena, proses hijrah tidak bisa dilakukan secara langsung tetapi bertahap mendekati kebaikan. Kalian bisa mengikuti tips dan trik yang telah disajikan oleh penulis untuk menyelesaikan masalah yang kalian hadapi sekarang.
Ada beberapa kasus yang saya alami dalam momen melaksanakan ibadah kurang lebih sama dengan cerita-cerita dalam buku ini. Saya sangat merasa tidak nyaman ketika berwudhu melihat orang yang memotong antrian, bahkan dorong-dorongan. Ada juga orang yang meletakkan barangnya dan menghalangi orang lain untuk berwudhu. Saya juga sering ketika melakukan salat berjama'ah, shaf masih berjarak sehingga terlihat tidak rapi bukan berarti kita harus berdeket-dekatan yang membuat tidak leluasa dalam bergerak karena hal itu membuat kita tidak nyaman dalam melakukan ibadah. Muslimah yang tidak lupa make-up terlebih dahulu ketika melaksanakan ibadah, dan masih banyak hal menganggu lainnya dalam melaksanakan ibadah seperti para ibu yang membawa anaknya ke masjid dan berisik, atau suara ponsel yang tidak dalam mode diam. Mudah-mudahan kita terhindar dari muslimah yang nyebelin dan menguji kesabaran banyak jama'ah lain saat menunaikan ibadah.
Seiring perkembangan zaman yang disertai dengan kemajuan teknologi, seorang muslimah tidak hanya menyebalkan dalam kehidupan nyata juga dalam kehidupan maya. Buku ini memiliki bonus part yaitu Be Kind di Medsos. Ada banyak hal yang dijelaskan dalam bagian ini tentang muslimah yang nyebelin dalam media sosial ataupun platform online, seperti terlalu sering update, pamer, sensi atau baper, sikap yang mencerminkan hal yang tidak muslimah, merasa paling benar, curhat atau bongkar aib, dan penyebar hoax. Penulis menjabarkan catatan sebagai hal penting yang bisa kita lakukan untuk bijak menggunakan sosial media dalam hal bermanfaat.
Berbicara mengenai pandemi, buku ini menyajikan juga agar tidak menjadi muslimah yang nyebelin di era pandemi. Mungkin suasanannya sudah berbeda dengan sekarang, karena sudah era pasca pandemi. Selama pandemi kita merasakan kehidupan berubah, salah satu contohnya adalah minim silaturrahmi karena diberlalukan aturan untuk tidak bertemu secara tatap muka dan menjaga jarak. Bagian ini memberikan contoh tindakan yang bisa dikatakan nyebelin saat pandemi melalui curhatan-curhatan seorang penulis. Ketika pandemi berlangsung kewajiban sebagai seorang muslimah tidaklah putus tetaplah berbuat kebaikan dan memperbaiki diri.
Setelah memahami bagaimana kriteria muslimah nyebelin. Buku ini telah mengupas banyak masalah sehari-hari yang berkaitan dengan seorang muslimah serta bagaimana solusi dan penyelesaiannya masalah itu sendiri. Buku ini sangat cocok dibaca untuk seorang muslimah yang sedang berhijrah, karena bisa dijadikan panduan untuk muhasabah diri. Saya harap yang membaca buku ini juga saya sendiri bisa berintropeksi diri dan melakukan pembenahan menuju pribadi yang lebih baik.

Bagus ya bukunya, rekomen buku lain dong kak, ohiya semangat ya ngontennya😅
BalasHapus