Pilih Mana? Menginspirasi atau Berekspresi?

 

Menurut kalian, seperti apasih seseorang yang menginspirasi itu? Apakah mereka adalah seseorang yang populer karena kecantikan, ketampanan, kekayaan atau kekuasaannya? Menurut saya bukanlah hal yang berkaitan dengan penampilan fisik dan kekayaan materi yang dimiliki orang tersebut. Terlepas dari itu semua menginspirasi memiliki tujuan utama yaitu mampu memberikan dampak positif dalam lingkungan sekitar dan menjadi contoh atau teladan bagi yang lain melalui apa yang mereka lakukan, bisa jadi hal itu adalah prestasi atau sebuah pencapaian yang baik.


Berbicara tentang menginspirasi, perlu kita garisbawahi bahwa kita sebagai pemuda/pemudi akan menjadi penerus bangsa yang  memegang peran penting sebagai Agent of Change. Kemajuan bangsa ini akan dilanjutkan kepemimpinannya oleh para generasi penerus bangsa. Jadi, apa yang telah kamu lakukan sekarang sebagai pelopor 'agent of change'? Hal bagus jika kalian sudah melakukan sebuah aksi sebagai agen dari perubahan, jika belum mulailah dari sekarang. 

Kita beralih ke kata 'berekspresi'. Apa yang kalian pikirkan tentang berekspresi? Mungkin banyak dari kalian yang berpikir bahwa seseorang berekspresi itu buruk, panjat sosial, dan cari perhatian banyak orang dimedia sosial dan membawa penilaian buruk di dunia nyata. Perlu dipertimbangkan lagi, bahwa tidak semua orang yang berekspresi itu buruk tergantung apa yang mereka bawakan, dan setiap orang bebas untuk berekspresi.

Saya mempunyai dua orang teman, mereka sangat bertolak belakang pemikirannya. Satu teman saya adalah seorang yang sudah disebut sebagai inspirator sedangkan teman saya satunya adalah seorang influencer. Menurut saya, mereka memiliki satu tujuan yaitu ingin memberikan dampak yang baik dan positif. Teman saya yang seorang inspirator, dia menginspirasi orang lain lewat prestasi yang dicapainya, baik memenangkan lomba atau mengikuti program seperti volunteer, aksi sosial dan pertukaran pelajar atau pertukaran pemuda. Tetapi pencapaiannya ini sudah diakui oleh orang lain melalui kabar berita kampus bahkan kabar dari berbagai media. Lalu, teman saya seorang influencer ini selalu menginspirasi orang lain melalui konten-konten kreatif yang dibuatnya, seperti membagikan pengalamannya terkait pencapaian yang pernah dia raih, baik melalui video singkat, desain kreatif, atau bahkan tulisan. Kedua teman saya ini menginspirasi orang lain tetapi dengan cara yang berbeda.


Berdasarkan ilustrasi diatas, setiap pemuda/pemudi memiliki peran sebagai agen perubahan untuk negeri yang mampu memberikan dampak positif bagi orang lain. Berperan sebagai agen perubahan bisa dilakukan melalui hal terkecil terlebih dahulu, seperti mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang baik, dan sebisa mungkin mengurangi kebiasaan buruk itu secara perlahan. Apabila kalian sudah terbiasa mengurangi kebiasaan buruk itu, kalian akan cenderung melakukan hal-hal yang bermanfaat. Percaya deh! Jangan sampai kalian menyesal. Melakukan hal bermanfaat itu tidak merugikan kok, malah membawa dampak yang luarbiasa pada diri sendiri. 

Jika dihadapkan pada sebuah pilihan. Apakah kalian ingin menjadi seorang yang menginspirasi atau berekspresi? Ya, seperti yang diilustrasikan melalui cerita tentang kedua teman saya sebelumnya bahwa keduanya sama-sama membawa hal positif. Sekarang giliran kalian melakukan perubahan itu dan berdampak untuk negeri. Berikan kontribusi positif yang menginspirasi dan bisa memotivasi orang lain. Saya teringat perkataan dari teman saya, beliau mengatakan bahwa "jadilah orang yang memotivasi bukan termotivasi". Ucapan itu seolah tergarisbawahi secara otomatis dibenak saya. Kalian belum terlambat untuk berkontribusi menjadi agen sebuah perubahan. Mulailah dari sekarang dan jadilah pemuda/pemudi yang memotivasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku "Jangan Jadi Muslimah Nyebelin: Salon Kepribadian"